PERTAMBANGAN

now browsing by category

 

EXPERIENTIAL MARKETING IN BANKING INDUSTRY

EXPERIENTIAL MARKETING IN BANKING INDUSTRY

DESKRIPSI

Keterlibatan konsumen dalam konteks layanan mengharuskan pemasar untuk menyampaikan layanan dengan memperhatikan bagaimana pengalaman konsumen sebelum, ketika, dan setelah mengkonsumsi layanan.  Pengalaman yang memberi kenangan akan membuat konsumen tidak hanya menjadi loyal kepada pemberi layanan, tetapi juga memperbesar peluang konsumen akan menyebarkan cerita baik mengenai layanan yang dialaminya. Perbankan sebagai bentuk layanan perlu mempertimbangkan penerapan experiential marketing yang disesuaikan antara sasaran konsumen dengan merek/organisasi pemberi layanan.  Pada workshop ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai experiential marketing sebagai alternatif dalam melaksanakan kegiatan pemasaran yang berorientasi kepada konsumen.  Pembahasan juga akan mencakup mengenai perilaku konsumen dan pembentukan merek yang terkait dengan experiential marketing. Pada akhir workshop diharapkan peserta dapat menerapkan experiential marketing yang sesuai dengan kondisi konsumen dan organisasi.

MATERI KHUSUS

  1. Pentingnya experiential marketing dalam menjalin hubungan antara pemasar dengan konsumen yang disasar.
  2. Perilaku konsumen dalam menanggapi, mengamati, termotivasi, memutuskan pilihan, dan bersikap atas penawaran dari pemasar layanan.
  3. Membangun diferensiasi layanan yang memberi manfaat kepada konsumen.
  4. Diskusi dan presentasi kelompok mengenai penilaian perilaku konsumen.
  5. Membangun merek/organisasi berdasarkan kompetensi dan keunikan organisasi.
  6. Melekatkan pengalaman mengkonsumsi di benak konsumen, sehingga konsumen merasakan kalau pengalaman tersebut bermanfaat.
  7. Mempertahankan konsumen secara berkesinambungan melalui pengalaman yang menyenangkan dan kenangan yang membuat konsumen akan mengkonsumsi ulang dan/atau membaginya ke calon konsumen.
  8. Diskusi dan presentasi kelompok mengenai pembentukan pengalaman konsumen dengan merek/organisasi.

METODE

  • Presentation; Discussion; Case Study;
  • Evaluation; Pre test & Post Test

JADWAL

  • 13-15 Desember 2016
  • 17-19 Januari 2017
  • 14-16 Februari 2017
  • 14-16 Maret 2017
  • 18-20 April 2017
  • 16-18 Mei 2017

LOKASI

Yogyakarta

WAKTU

08.30-16.00 WIB

BIAYA

Yogyakarta>>IDR 6.500.000 | Non Residential | Minimal kuota 3 orang
Luar Yogyakarta>> IDR 8.500.000 | Non Residential | Minimal kuota 5 orang

FASILITAS

Hotel Berbintang; Sertifikat Training;Training Kit;

Modul (Hard Copy + Soft Copy);1x Lunch dan 2x Coffe Break; Souvenir;Transportasi antar jemput

STUDI KELAYAKAN INVESTASI PERTAMBANGAN

STUDI KELAYAKAN INVESTASI PERTAMBANGAN

DESKRIPSI

Iklim investasi Indonesia, khususnya di sektor pertambangan masih cukup kondusif, meskipun pada sector ini membutuhkan modal yang luar biasa besarnya. Oleh karena itu, investasi tambang harus dilakukan secara cermat dan teliti. Belum lagi masalah kerusakan lingkungan setelahnya.

Dengan mengatasi berbagai masalah yang menghambat masuknya investasi baru, pemerintah dapat mengambil langkah penting dalam mendorong usaha eksplorasi baru dan investasi dalam bidang pertambangan. Hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah tingkat dua.

MATERI KURSUS

  1. Administrasi & SOP Procurement
  2. Pakta Integritas & Kode Etik Supplier
  3. Procurement Plan
  4. Sourcing & Assessment Methods
  5. Bid Analysis & Negotiation Strategy
  6. Project Procurement & Tender Management
  7. Services Level Agreement
  8. Vendor Evaluation
  1. Metode Net Present Value (NPV)
  2. Metode Internal Rate Of Return (IRR)
  3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
  4. Implementasi Kebijakan Investasi Sektor
  5. Pertambangan
  1. Bidang Perijinan Investasi
  2. Bidang Pertahanan
  3. Bidang Ketenagakerjaan
  4. Bidang Lingkungan Hidup
  5. Perekonomian Daerah

PESERTA

Pelatihan ini sangat sesuai untuk para peminat investasi / calon penanam modal di sektor pertambangan, atau peserta dari perusahaan yang bergerak di industri pertambangan

METODE

Presentation; Discussion; Case Study;Evaluation; Pre test & Post Test

JADWAL

  • 6-8 Desember 2016
  • 10-12 Januari 2017
  • 7-9 Februari 2017
  • 7-9 Maret 2017
  • 11-13 April 2017
  • 16-18 Mei 2017

LOKASI

Yogyakarta

WAKTU

08.30-16.00 WIB

BIAYA

Yogyakarta >> IDR 7.500.000,- (Non-Residential) | Minimal kuota 3 peserta| Diskon untuk pengiriman 3 peserta dari perusahaan yang sama

FASILITAS

Hotel Berbintang; Sertifikat Training; Training Kit; Modul (Hard Copy + Soft Copy); 1x Lunch dan 2x Coffe Break; Souvenir; Transportasi Antar Jemput (minimal 2 orang dari perusahaan yang sama)

Penerapan Ptk 007

penerapan ptk 007

penerapan ptk 007

 PENERAPAN PTK 007/REVISI 2  DAN TKDN SEBAGAI PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA INDUSTRI HULU MIGAS INDONESIA

DESKRIPSI

PENERAPAN PTK 007, Di Indonesia ada suatu pedoman tata kerja yang diberlakukan terhadap perusahaan yang bergerak di bidang hulu minyak dan gas bumi dalam pengelolaan rantai suplai dan kontraktor kontrak kerja sama. Pedoman tata kerja ini di keluarkan oleh badan pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (BPMIGAS) dengan nomor keputusan 007 REVISI-1/PTK/IX/2009 yang dalam kegiatan sehari-hari pedoman ini di sebut Pedoman Tata Kerja 007. Pedoman tata kerja ini dimaksudkan untuk memberi suatu pola pikir, pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah republik Indonesia, dalam pengelolaan rantai suplai. Baca selengkapnya…

Strategy Scm Dalam Perusahaan Pertambangan

STRATEGY SCM

STRATEGY SCM DALAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

 

Deskripsi

Supply Chain Management (Manajemen Rantai Suplai) merupakan proses pengelolaan seluruh aktivitas atau rangkaian aktivitas perencanaan dan pengelolaan barang dan jasa dari hulu ke hilir secara terpadu, sejak dari pembelian material, perencanaan produksi, proses transformasi (produksi) material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi, dan penyimpanan baik bahan baku dan produk jadi hingga akhirnya penyampaian produk jadi (akhir) kepada end customer atau end user melalui suatu sistem distribusi. Jadi, Supply Chain Management mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle. Baca selengkapnya…