SKILL

now browsing by category

 

Writing Skill Untuk Penulisan Temuan Resiko

Dengan semakin banyaknya jumlah transaksi yang melibatkan perbankan serta banyaknya perseorangan yang terlibat pada kegiatan transaksi tersebut, ditambah seiring semakin berkembangnya industri perbankan saat ini, BI melihat risiko terbesar terjadinya fraud telah bergeser disebabkan risiko operasional. Bank Indonesia (BI) melihat, dalam kurun waktu satu dekade selepas krisis moneter pada tahun 1998, terjadi pergeseran fraud dalam industri perbankan. Saat ini, potensi fraud perbankan lebih mungkin timbul dari operasional. Dalam upaya pencegahan terjadinya fraud tersebut, pihak auditor tentu telah melaksanakan tugasnya dengan benar, namun sebagian diantaranya belum memiliki skill yang diperlukan dalam membuat laporan hasil investigasi yang dilakukan. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan diberikan gambaran secara komprehensif mengenai teknis penulisan adanya temuan-temuan resiko dan mitigasi yang merupakan bentuk laporan kepada pihak yang berkepentingan.

Training Writing Skill

writing skill untuk penulisan temuan resiko

Deskripsi

Dengan semakin banyaknya jumlah transaksi yang melibatkan perbankan serta banyaknya perseorangan yang terlibat pada kegiatan transaksi tersebut, ditambah seiring semakin berkembangnya industri perbankan saat ini, BI melihat risiko terbesar terjadinya fraud telah bergeser disebabkan risiko operasional. Bank Indonesia (BI) melihat, dalam kurun waktu satu dekade selepas krisis moneter pada tahun 1998, terjadi pergeseran fraud dalam industri perbankan.

Saat ini, potensi fraud perbankan lebih mungkin timbul dari operasional. Dalam upaya pencegahan terjadinya fraud tersebut, pihak auditor tentu telah melaksanakan tugasnya dengan benar, namun sebagian diantaranya belum memiliki skill yang diperlukan dalam membuat laporan hasil investigasi yang dilakukan. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan diberikan gambaran secara komprehensif mengenai teknis penulisan adanya temuan-temuan resiko dan mitigasi yang merupakan bentuk laporan kepada pihak yang berkepentingan.

 

Materi

 

  1. Audit Investigatif terhadap adanya resiko
  2. Tujauan dijalankannya audit investigasi
  3. Teknik dasar menjalankan audit investigasi dan aksioma investigasi
  4. Laporan hasil studi mendalam mengenai fraud oleh Association of Certified Examiners
  5. Pencegahan dan mendeteksi fraud
  6. Komputer forensic
  7. Analisa temuan resiko
  8. Jenis-jenis temuan resiko
  9. Analisa temuan resiko
  10. Mengkonstruksi temuan agar temuan signifikan dan bernilai bagi pembaca laporan
  11. Bagian-bagian temuan
  12. Pencatatan temuan
  13. Quality control terhadap temuan resiko
  14. Pembuatan laporan audit
  15. Tujuan laporan
  16. Unsur-unsur penting dalam laporan audit
  17. Strategi penulisan laporan audit
  18. Kesalahan – kesalahan dalam menulis laporan audit
  19. Contoh laporan audit
  20. Langkah – langkah mitigasi resiko
  21. Menghindari resiko
  22. Menghadapi resiko
  23. Mengurangi resiko
  24. Membagi Resiko

 

Peserta

 

Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh para Auditor K3 atau karyawan yang bertanggungjawab pada fungsi implementasi serta pelaporan pelaksanaan K3 atau tim P2K3 di lingkungan perusahaan.

 

Fasilitas

  • Hotel Berbintang; Sertifikat Training;
  • Training Kit;Modul (Hard Copy + Soft Copy);
  • Souvenir;1x Lunch dan 2x Coffe Break.

 

Metode

 

Presentation; Discussion; Case Study; Evaluation; Pre Test & Post Test

 

Jadwal

 

  • 11 – 13 Mei 2017

 

Waktu

 

08.30 – 16.00 WIB

 

Lokasi & Biaya

Kota Yogyakarta IDR 6.500.000,00 (Non-Residential)│ Minimal kuota 2 – 3 Peserta | Diskon khusus untuk pengiriman 3 peserta dari asal company yang sama.

KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA (K3) ERGONOMI RUMAH SAKIT

KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA (K3) ERGONOMI RUMAH SAKIT

DESKRIPSI

Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor : PER.05/MEN/1996, tentang Sistem Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan  system keselamatan dan kesehatan kerja sehingga karyawan terlindungi, tingkat kecelakaan dapat diturunkan dan peluang terjadinya   bahaya dan kecelakaan di tempat kerja  dapat dihindari. Sebagimana diatur dalam  pasal 3 Peraturan Menteri tersebut bahwa setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih, dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib mengimplementasikan SMK3.

Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.Oleh karena itu perlu adanya pemahaman kepada semua karyawan di rumah sakit tentang pentingnya penerapan SMK3 di rumahsakit.

MATERI KHUSUS

  1. Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah    sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
  2. Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
  • Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
  • Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
  • Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
  • Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
  • Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
  • Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen
  • Health and Safety di Laboratorium
  • Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat
  • Pengenalan Alat Pelindung Diri
  • Kontrol terhadap infeksi nosokomial serta patient safety.
  1. Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.
  2. Ergonomi dan keselamatan kerja di rumah sakit. Pengenalan Ergonomi
  • Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja
  • Anthropometri
  • Fisiologi Kerja
  • Biomekanika
  • Sensasi yang dialami manusia saat bekerja
  • Perancangan Lingkungan Kerja
  • Psikologi Kerja
  • Human Error
  • Studi Kasus

PESERTA

Staff medis dan non medis

METODE

Presentation; Discussion; Case Study;

Evaluation; Pre test & Post Test

JADWAL

  • 6-8 Desember 2016
  • 10-12 Januari 2017
  • 7-9 Februari 2017
  • 7-9 Maret 2017
  • 11-13 April 2017
  • 16-18 Mei 2017

LOKASI

Yogyakarta

WAKTU

08.30-16.00 WIB

BIAYA

Yogyakarta>>IDR 6.500.000 | Non Residential | Minimal kuota 3 orang
Luar Yogyakarta>> IDR 8.500.000 | Non Residential | Minimal kuota 5 orang

FASILITAS

Hotel Berbintang; Sertifikat Training;Training Kit;

Modul (Hard Copy + Soft Copy);1x Lunch dan 2x Coffe Break; Souvenir;Transportasi antar jemput

SKILLS FOR THE BEGINNING AUDITOR

SKILLS FOR THE BEGINNING AUDITOR

DESKRIPSI

Auditor memiliki tanggung jawab dalam pengendalian internal, sehingga auditor harus bisa mempelajari seluk-beluk audit dari awal sampai akhir. Auditor juga harus memiliki pengetahuan mendasar tentang teknik dan prosedur serta pelaksanaan pengendalian internal. Hal tersebut diperlukan untuk melaksanakan audit internal yang efektif. Baca selengkapnya…

LEADERSHIP SKILLS

LEADERSHIP SKILLS

DESKRIPSI

Memimpin berarti tidak hanya mengarahkan orang untuk mencapai suatu tujuan, namun lebih dari itu. Memimpin adalah suatu upaya mengarahkan pencapaian tujuan dengan tetap mempertahankan keselarasan antar manusia, keselarasan dengan alam lingkungannya, dan selaras dengan Tuhan. Baca selengkapnya…

ANALISIS BEBAN KERJA DAN ANALISIS JABATAN

ANALISIS BEBAN KERJA DAN ANALISIS JABATAN

DESKRIPSI

Analisis jabatan digunakan untuk proses pendayagunaan pegawai. Perusahaan yang berhasil menerapkan uraian jabatan dan jenjang jabatan di dalam organisasinya akan memperoleh keuntungan di dalam proses pendayagunaan dan pemberdayaan pegawai. Baca selengkapnya…

Practical Assertive Communication

Practical Assertive Communication / Assertive Communication Skills

 

DESKRIPSI

Kemampuan seseorang dalam berkomunikasi sering kali memberikan kesempatan atapun peluang yang lebih besar dalam usahanya membangun jaringan. Kesempatan ini tentunya merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan apalagi bagi mereka yang terjun dalam dunia usaha. Baca selengkapnya…

EFFECTIVE COMMUNICATION SKILLS WITH NLP

NPL

Deskripsi

Pelatihan ini didisain dengan menggunakan pendekatan Hypnotherapy (mengoptimalkan pikiran bawah sadar) dan NLP (Neuro-Linguistic Programming) untuk membebaskan diri dari segala “mental block” yang menghambat peran sebagai seorang Public Speaker, dan sekaligus menciptakan “power” agar mampu memanage forum, memotivasi audience maupun menambah kemampuan komunikasi, baik dalam dialog/interview maupun di depan publik, dengan Gaya Persuasif. Baca selengkapnya…

PUBLIC SPEAKING for SECRETARY

PUBLIC SPEAKING for SECRETARY

PUBLIC SPEAKING for SECRETARY

DESKRIPSI

Sekretaris merupakan sebuah kedudukan yang cukup penting bagi sebuah perusahaan. Sekretaris seringkali diberikan tugas mewakili atasannya dalam suatu acara/meeting dengan klien atau untuk menyampaikan sesuatu hal kepada staff/karyawan perusahaan. Oleh karena  itu seorang sekretaris dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik terutama di depan orang banyak. Karena terkadang sekretaris juga ditunjuk sebagai MC dalam acara-acara internal perusahaan, berpidato, memimpin meeting mewakili atasannya, atau bahkan presentasi kepada klien. Baca selengkapnya…

ETIKA KOMUNIKASI DALAM PROSES PELAYANAN BIROKRASI

ETIKA KOMUNIKASI DALAM PROSES PELAYANAN BIROKRASI

ETIKA KOMUNIKASI DALAM PROSES PELAYANAN BIROKRASI

DESKRIPSI

Komunikasi merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah lembaga/perusahaan/instansi dll dalam menyelenggarakan pelayanan public. Interaksi dan komunikasi yang baik dapat membawa pelanggan atau relasi tetap berada dalam lingkaran kerjasama yang telah dibentuk. Untuk pemahaman teknik berkomunikasi serta etika komunikasi menjadi hal yang wajib di miliki agar pelayanan yang efektif dan efisien dapat terwujud. Baca selengkapnya…

SERVICE EXCELLENCE

 SERVICE EXCELLENCE

SERVICE EXCELLENCE

 SERVICE EXCELLENCE

DESKRIPSI

Keunggulan layanan nasabah adalah tentang mencapai keberhasilan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Oleh karena itu, memberikan layanan nasabah yang berkualitas haruslah menjadi motivasi dari setiap orang di dalam perusahaan, dan tidak hanya terbatas sebagai tugas dan tanggung jawab dari front office, tapi juga menjadi tanggung jawab dari back office untuk mendukung semua kebutuhan front office secara maksimal, agar front office bisa menjalankan fungsi dan perannya untuk memberikan layanan nasabah yang berkualitas. Baca selengkapnya…