Training Jakarta

now browsing by tag

 
 

Training Need Analysis

training need analysis melalui metode identifikasi dan evaluasi

 

DESKRIPSI

TRAINING NEED ANALYSIS (TNA): Melalui Metode Identifikasi dan Evaluasi, Salah satu upaya yang dapat dlakukan oleh manajemen dalam upaya mendukung tercapainya sasaran organisasi adalah pelaksanaan program pelatihan pegawai. Pelatihan dapat dianggap dapat memperkecil kesenjangan kebutuhan kompetensi yang diperlukan dalam memberikan unjuk kinerja dari setiap pegawai. Permasalahan sering timbul manakala jenis pelatihan yang akan diselenggarakan tidak memenuhi harapan tersebut karena prsoses identifikasi pelatihan lebih didasarkan pada sebuah proses rutin yang bersifat administratif semata.

Oleh karena itu proses mengidentifikasi kebutuhan pelatihan merupakan kegiatan penting yang harus dikuasai oleh praktisi SDM. Banyak metoda identifikasi yang dapat diterapkan, kemampuan untuk memilih metoda dan sekaligus menerapkan akan memberikan nilai tambah pada keberadaan Unit SDM sebagai fungsi pendukung utama dalam pencapaian strategi dan pencapaian sasaran organisasi.

Disamping itu kemampuan praktisi dalam mengevaluasi sebuah pelaksanaan pelatihan dapat digunakan sebagai sebuah alat (tools) yang membantu manajemen untuk mengetahui apakah investasi yang dikeluarkan dalam bentuk biaya pelatihan telah memberikan “return” yang memadai bagi manajemen atau tidak.

Para pengelola HR selama ini lebih banyak berbicara tentang manfaat sebuah pelatihan secara kualitatif, dengan gaya bahasa yang umumnya hanya dimengerti oleh orang-orang HR. Agar dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis tentang penyelenggaraan program pelatihan maka sudah saatnya pengelola dan praktisi HR dapat menampilkan data dan informasi tentang manfaat dan dampak sebuah pelatihan secara kuantitatif dengan menggunakan “bahasa manajemen” yang lebih mudah dipahami.

MATERI KURSUS

  1. Definisi Training Need Analysis
  2. Kompetensi Untuk Program Pelatihan
  3. Metode Untuk Identifikasi Pelatihan
  4. Langkah-Langkah dalam Pelatihan Pengembangan TNA
  5. Mengembangan Tujuan Pelatihan
  6. Tingakatan Evaluasi Pelatihan
  7. Mengembangan Rencana Evaluasi dan Data Baseline (Evaluation Plans and Baseline Data)
  8. Pengumpulan Data Pelatihan Selama dan Setelah Pelatihan Terlaksana
  9. Cara Mengembangkan Clear Report dan Bahasa Manajemen

JADWAL

11-13 Januari 2017

8-10 Maret 2017

11-13 Mei 2017

11-13 Juli 2017

12-14 September 2017

7-9 November 2017

LOKASI

Yogyakarta/Jakarta

WAKTU

08.30-16.00 WIB

BIAYA

Yogyakarta IDR 6.500.000,- (Non-Residential) | Diskon untuk minimal pengiriman 3 peserta.
Jakarta IDR 8.500.000,-(Non-Residential)|Minimal kuota 4-5 peserta

PESERTA

Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh bagian Training Development, HR, atau SDM dalam sebuah perusahaan

METODE

Presentation; Discussion; Case Study;Evaluation; Pre test & Post Test

FASILITAS

Hotel Berbintang; Sertifikat Training; Training Kit; Modul (Hard Copy + Soft Copy); 1x Lunch dan 2x Coffe Break; Souvenir; Transportasi Antar Jemput (minimal 2 orang dari perusahaan yang sama).

Untuk mendaftar klik disini atau klik “REGISTRASI” dibawah ini :

Writing Skill Untuk Penulisan Temuan Resiko

Dengan semakin banyaknya jumlah transaksi yang melibatkan perbankan serta banyaknya perseorangan yang terlibat pada kegiatan transaksi tersebut, ditambah seiring semakin berkembangnya industri perbankan saat ini, BI melihat risiko terbesar terjadinya fraud telah bergeser disebabkan risiko operasional. Bank Indonesia (BI) melihat, dalam kurun waktu satu dekade selepas krisis moneter pada tahun 1998, terjadi pergeseran fraud dalam industri perbankan. Saat ini, potensi fraud perbankan lebih mungkin timbul dari operasional. Dalam upaya pencegahan terjadinya fraud tersebut, pihak auditor tentu telah melaksanakan tugasnya dengan benar, namun sebagian diantaranya belum memiliki skill yang diperlukan dalam membuat laporan hasil investigasi yang dilakukan. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan diberikan gambaran secara komprehensif mengenai teknis penulisan adanya temuan-temuan resiko dan mitigasi yang merupakan bentuk laporan kepada pihak yang berkepentingan.

Training Writing Skill

writing skill untuk penulisan temuan resiko

Deskripsi

Dengan semakin banyaknya jumlah transaksi yang melibatkan perbankan serta banyaknya perseorangan yang terlibat pada kegiatan transaksi tersebut, ditambah seiring semakin berkembangnya industri perbankan saat ini, BI melihat risiko terbesar terjadinya fraud telah bergeser disebabkan risiko operasional. Bank Indonesia (BI) melihat, dalam kurun waktu satu dekade selepas krisis moneter pada tahun 1998, terjadi pergeseran fraud dalam industri perbankan.

Saat ini, potensi fraud perbankan lebih mungkin timbul dari operasional. Dalam upaya pencegahan terjadinya fraud tersebut, pihak auditor tentu telah melaksanakan tugasnya dengan benar, namun sebagian diantaranya belum memiliki skill yang diperlukan dalam membuat laporan hasil investigasi yang dilakukan. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan diberikan gambaran secara komprehensif mengenai teknis penulisan adanya temuan-temuan resiko dan mitigasi yang merupakan bentuk laporan kepada pihak yang berkepentingan.

 

Materi

 

  1. Audit Investigatif terhadap adanya resiko
  2. Tujauan dijalankannya audit investigasi
  3. Teknik dasar menjalankan audit investigasi dan aksioma investigasi
  4. Laporan hasil studi mendalam mengenai fraud oleh Association of Certified Examiners
  5. Pencegahan dan mendeteksi fraud
  6. Komputer forensic
  7. Analisa temuan resiko
  8. Jenis-jenis temuan resiko
  9. Analisa temuan resiko
  10. Mengkonstruksi temuan agar temuan signifikan dan bernilai bagi pembaca laporan
  11. Bagian-bagian temuan
  12. Pencatatan temuan
  13. Quality control terhadap temuan resiko
  14. Pembuatan laporan audit
  15. Tujuan laporan
  16. Unsur-unsur penting dalam laporan audit
  17. Strategi penulisan laporan audit
  18. Kesalahan – kesalahan dalam menulis laporan audit
  19. Contoh laporan audit
  20. Langkah – langkah mitigasi resiko
  21. Menghindari resiko
  22. Menghadapi resiko
  23. Mengurangi resiko
  24. Membagi Resiko

 

Peserta

 

Pelatihan ini sangat sesuai diikuti oleh para Auditor K3 atau karyawan yang bertanggungjawab pada fungsi implementasi serta pelaporan pelaksanaan K3 atau tim P2K3 di lingkungan perusahaan.

 

Fasilitas

  • Hotel Berbintang; Sertifikat Training;
  • Training Kit;Modul (Hard Copy + Soft Copy);
  • Souvenir;1x Lunch dan 2x Coffe Break.

 

Metode

 

Presentation; Discussion; Case Study; Evaluation; Pre Test & Post Test

 

Jadwal

 

  • 11 – 13 Mei 2017

 

Waktu

 

08.30 – 16.00 WIB

 

Lokasi & Biaya

Kota Yogyakarta IDR 6.500.000,00 (Non-Residential)│ Minimal kuota 2 – 3 Peserta | Diskon khusus untuk pengiriman 3 peserta dari asal company yang sama.

Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan

DESKRIPSI

Suatu Organisasi atau perusahaan memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif karena ancaman dan gangguan akan selalu muncul dalam pelaksanaan kegiatan organisasi atau perusahaan tersebut. Untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan oleh suatu organisasi atau perusahaan, maka dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diperlukan suatu sistem yang dapat meminimalkan ancaman dan gangguan yang ada dan dituangkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan yang selanjutnya disebut dengan istilah SMP. SMP memberikan gambaran bagaimana pelaksanaan kegiatan pengamanan suatu organisasi dilakukan untuk mencapai suatu organisasi yang aman, produktif dan efisien.

Tujuan dari SMP adalah menciptakan sistem pengamanan di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja serta masyarakat sekitar perusahaan secara profesional terintegrasi untuk mencegah dan mengurangi kerugian akibat ancaman, gangguan dan resiko serta mewujudkan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sehubungan dengan diterapkannya SMP berdasarkan Peraturan Kapolri No. 24 tahun 2007 di perusahaan maka perlu dilaksanakan pelatihan dasar Sistem Manajemen Pengamanan (PLD SMP) yang akan memberikan gambaran secara umum tentang SMP itu sendiri, keuntungan yang didapat dari implementasi SMP ke dalam sistem manajemen organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya ke dalam lingkungan organisasi.

MATERI PELATIHAN

  • Peraturan Kapolri No.24 Tahun 2007
  • Konsep dasar Industrial security
  • Standar Manajemen pengamanan
  • 5 Prinsip system manajemen pengamanan
  • Pemahaman – Implementasi pedoman penerapan sistem manajemen pengamanan ( Intrepretasi 16 elemen pedoman  SMP)
  • Pembuatan Prosedur dan Penerapan Sistem Pengamanan
  • Audit (Assesment) Penerapan Sistem Pengamanan
  • Studi kasus / simulasi

PESERTA PELATIHAN

  • Direktur Operasi Pengamanan
  • GM Operasi Pengamanan
  • Manajer Operasi Pengamanan
  • Manajer Proyek Pengamanan
  • Manajer SDM
  • Line Manager lainnya
  • Auditor Sistem Manajemen Pengaman
  • Praktisi Manajemen Pengamanan

 

METODE PELATIHAN :

  • Presentasi
  • Diskusi
  • Studi case
  • Brain storming
  • Ice breaking
  • Simulasi
  • Dll

JADWAL PELATIHAN

APRIL 2017  : 4 – 6, 11 – 13, 25 – 27

MEI 2017 : 2 – 3, 9 – 10, 16 – 17

 

LOKASI : Lokasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan permintaan calon peserta pelatihan, untuk pilihan kota pelaksanaan pelatihan diantaranya : Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Surabaya, Bali, Lombok, Bandung, Jakarta, Bogor, Balikpapan, dan Batam

 

HARGA PELATIHAN : Yogyakarta IDR 6.500.000 luar Yogya IDR 8.500.000, harga tersebut sifatnya negotiable