Home / Perbankan / Transformation Culture : Kolaborasi Unik Generasi Kolonial dan Millennial di Era Normal Baru 5/5 (2)

Transformation Culture : Kolaborasi Unik Generasi Kolonial dan Millennial di Era Normal Baru

Overview
Tidak dipungkiri saat ini, diberbagai institusi / perusahaan saat ini dominan diisi oleh secara besaran 2 kelompok yaitu Generasi Kolonial (Gen Baby boomers & Gen X) dan Generasi Millennial (Gen Y & Gen Z). Masing masing generasi memiliki kecenderungan karakteristik yang berbeda beda sebagai berikut :
 Generasi Baby boomers (1946-1964), memiliki sifat kompetitif, berorientasi pada pencapaian, berdedikasi, dan berfokus pada karir. Mereka disebut generasi gila kerja, tidak suka dikritik, tetapi suka mengritik generasi muda karena kurangnya etika kerja dan komitmen terhadap tempat kerja.

DAFTAR DISINI

 Generasi X (1965-1980), generasi yang mandiri dan mulai mencari alternatif selain pekerjaan formal yang menghabiskan banyak waktu, dani berpikir untuk berwirausaha atau bekerja di rumah

 Generasi Y (1981 – 1994), dikenal pula sebagai generasi Millennial. menyukai hidup seimbang. Mereka pekerja keras tapi tetap mementingkan ‘me time’, diandalkan dalam hal kedisiplinan dan soal pemanfaatan teknologi (tech-savvy), punya kepercayaan diri yang baik dan tetap menjunjung tinggi kritik dan saran dari orang lain. Mereka cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidupnya dan tetap bisa melakukan hobi yang mereka suka, memiliki passion yang besar dan sangat kreatif untuk membuat passion mereka menjadi sumber penghidupan.

 Generasi Z (1995 – 2010), dikenal dengan generasi yang sangat bergantung pada teknologi, gadget, dan aktivitas di media social, lebih memprioritaskan popularitas, jumlah followers dan like. Ketergantungan teknologi khususnya sosial media membuat mereka suka dengan hasil instan dan cepat, cenderung keras kepala, dan selalu terburu-buru.
Perbedaan karakteristik inilah di ruang lingkup pekerjaan, seolah tidak mulus dan sering mentok karena ada gap yang tajam antar generasi di perusahaanya. Karyawan yang muda-muda itu juga datang dan pergi dengan cepat. Selain itu generation-gap dan rentang usia yang terlalu jauh membuat generasi Milenium umumnya kesulitan memahami perspektif generasi kolonial.
Tentunya bagaimana caranya untuk memadukan kekuatan masing-masing karateristik setiap generasi menjadi kekuatan tim, karena menjelang era normal baru, tentunya perlu pemikiran pemikiran out of the box yang kreatif dan inovatif. Data-data yang past performance, tidak lagi diyakini akan akurat untuk memproyeksikan bisnis kedepan mengingat kondisi sangat berubah dengan cepat. Setiap perusahaan atau institusi harus sudah memikirkan membangun kader-kader penerus jangka panjang dimana 10 sampai dengan 15 tahun ke depan, generasi kolonial (babyboomers dan generasi X) mulai menjalani masa pension dan roda organisasi akan dikendalikan oleh generaasi millennial. Kemampuan leadership, komunikasi yang effektif, kemampuan coaching serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, membangun budaya inovatif, budaya adaptasi dengan cepat menjadi salah satu cara untuk melakukan transfer pengalaman sekaligus transformasi budaya yang budaya yang baru dalam rangka memenangkan persaingan di masa yang akan datang.

Sillabus :
1. Mengenal karakteristik serta budaya tiap generasi.
2. Perbedaan setiap Generasi
3. Mengenal “Now Generation”
4. Mengenal typological character
5. Leadership Mastery & 9 Prinsip dari Agile Leadership
6. Leader As a Coach
7. Merger Budaya generasi Kolonial dengan generasi millennial

Target Peserta

1. Para Pimpinan perusahaan/perbankan
2. Para pemimpin cabang dan Manager
3. Para future leader (kalangan millennial)

Nilai Kualitas Konten

About uvi.co.id

Check Also

Effective Leadership Perbankan Dalam Menghadapi Era 4.0 dan Revolusi Industri

Deskripsi : Di era revolusi industri 4.0, segala sesuatu di dunia terkoneksi dengan internet. Dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *